Selasa, 11 Oktober 2011
Ceritaku Ceritamu: Dahsyatnya Waktu.....
Ceritaku Ceritamu: Dahsyatnya Waktu.....: Hmmm waktu terasa lama saat dijalani, tetapi saat dilalui ternyata hanya sekejapan mata tanpa terasa.... Mata melotot dan dahi mengernyit...
Dahsyatnya Waktu.....
Hmmm waktu terasa lama saat dijalani, tetapi saat dilalui ternyata hanya sekejapan mata tanpa terasa....
Mata melotot dan dahi mengernyit setiap ada tawaran asuransi apapun untuk long term. Lihat asuransi pendidikan untuk 17 tahun terasa jauh sekali, sementara si kecil baru berumur 1 atau 2 tahun... terkadang keputusannya adalah batal dulu deh....
Sangat kontras saat bertemu dengan teman-teman, entah SD, SMP bahkan teman satu almamater. Riuh rendah canda tawa dan ledekan saat bertemu setelah lama tak bersua... Setelah terpisah 5 tahun bahkan sampai 20 tahun dengan teman-teman SMP dan SD. Barulah terasa waktu yang bergerak sangat cepat, secepat kekuatan menyesali bila ada salah atau kurang langkah yang kurang tepat.
Seperti yang termaktub, demi masa.... sungguh manusia berada dalam kerugian... (QS Al Asr 1-3). Tidak bermaksud memberi khotbah, hanya reminder pribadi.... betapa waktu saya hilang untuk mengurus si sulung dan si tengah... sibuk dengan aktifitas kerja, terlena dengan buaian duniawi, su-udzon dengan tangan Alloh SWT dengan sangkaan : kalau begini nanti gimana... kalau begitu nanti begini dong... asumsi2 ketakutan yang saya ciptakan sendiri dan kuatirkan sendiri.
Berharap dengan kesempatan yang masih diberikan-Nya memberikan manfaat dan barokah buat keluarga, at least..... untuk masyarakat sekitar (mimpinya.....)
So.... berikan yang terbaik yang bisa mulai sekarang tanpa menundanya lagi....
Sering2 ajak si kecil bermain bersama, meskipun hanya di taman terdekat saja. Berikan hati yang lapang dan ikhlas untuk mengerti orang2 terdekat, walaupun susah memang rasanya....... Berusaha.. dan berusaha...
kontemplasikoe...
@lia, 11.11.11
Senin, 03 Oktober 2011
Ceritaku Ceritamu: Serunya Masa Lalu.....
Ceritaku Ceritamu: Serunya Masa Lalu.....: Serunya Masa Lalu..... Kadang2 terbersit saat bersama the krucils, banyak sekali (katakanlah hampir semua) perbedaan zaman saya kecil dan ...
Senin, 26 September 2011
Ceritaku Ceritamu: Serunya Masa Lalu.....
Ceritaku Ceritamu: Serunya Masa Lalu.....: Serunya Masa Lalu..... Kadang2 terbersit saat bersama the krucils, banyak sekali (katakanlah hampir semua) perbedaan zaman saya kecil dan ...
Larry Crowne with "e"
Larry Crowne with "e"
Kemarin nemenin si kakak nontong film Harry Potter, karena ga suka film ini yo wis aku pilih alternatif lain favoritku, film drama : Larry Crowne (with e)... ... Film menurutku simple tapi mengena seperti biasanya film2 bule dengan banyak muatan pelajaran didalamnya yang bisa buat kita mikir dalem sembari flash back...
Ini beberapa catatanku :
** Hidup dengan lebih realistis sesuai kemampuan, tidak malu dan tidak memaksakan diri... LC mengganti moda transportasinya dari mobil yang haus bensin ke motor skuter yang lebih irit bensin.. rumah cicilan dijual ganti tinggal di flat sederhana.
** Pendidikan adalah wajib.... LC dipecat dengan alasan (mengada2) tidak kuliah...
** Semangat mengejar ketertinggalan dengan kuliah di UT meski sudah tuwir...
** Tidak malu bekerja sebagai koki part time sambil kuliah....
** Tetangga dan teman adalah keluarga terdekat yang kita miliki dan setiap saat bisa membantu kita..
Rumah LC dire-design lay outnya oleh teman2 gang skuter...
Teman2 kuliah yang berjumlah 9 orang dengan karakter dan ras yang saling melengkapi (dari asia, america latin, kulit hitam, kulit putih) bahu membahu membantu saat pindah rumah...
** Yakinlah bahwa dengan usaha keras akan berhasil, terbukti teman kerjanya yang dulu mengolok-ngoloknya karena tidak pernah kuliah dan menyingkirkannya, saat bertemu justru bekerja sebagai pengantar pizza (pizza delivery)
** Saat kondisi sulit tidak lupa untuk berbagi, kembalian dari order pizza diberikan ke temannya yang pengantar pizza itu meski dia juga kondisi berhemat.
** Ini nih yang keren.... kelompok (genk) skuter bisa buat kelompok (genk) Harley Davidson melongo saat mereka pawai dijalan.... means kelompok besar dan ternama bisa dikalahkan oleh kekompakan dari kelompok lain yang kecil...
hihihi... ternyata ada juga penikmat skuter di amrik sana seperti diriku dengan teman setia spin meski jarang diservis wkwkwkwk......
Nonton yang lain yukkkk....
Kemarin nemenin si kakak nontong film Harry Potter, karena ga suka film ini yo wis aku pilih alternatif lain favoritku, film drama : Larry Crowne (with e)... ... Film menurutku simple tapi mengena seperti biasanya film2 bule dengan banyak muatan pelajaran didalamnya yang bisa buat kita mikir dalem sembari flash back...
Ini beberapa catatanku :
** Hidup dengan lebih realistis sesuai kemampuan, tidak malu dan tidak memaksakan diri... LC mengganti moda transportasinya dari mobil yang haus bensin ke motor skuter yang lebih irit bensin.. rumah cicilan dijual ganti tinggal di flat sederhana.
** Pendidikan adalah wajib.... LC dipecat dengan alasan (mengada2) tidak kuliah...
** Semangat mengejar ketertinggalan dengan kuliah di UT meski sudah tuwir...
** Tidak malu bekerja sebagai koki part time sambil kuliah....
** Tetangga dan teman adalah keluarga terdekat yang kita miliki dan setiap saat bisa membantu kita..
Rumah LC dire-design lay outnya oleh teman2 gang skuter...
Teman2 kuliah yang berjumlah 9 orang dengan karakter dan ras yang saling melengkapi (dari asia, america latin, kulit hitam, kulit putih) bahu membahu membantu saat pindah rumah...
** Yakinlah bahwa dengan usaha keras akan berhasil, terbukti teman kerjanya yang dulu mengolok-ngoloknya karena tidak pernah kuliah dan menyingkirkannya, saat bertemu justru bekerja sebagai pengantar pizza (pizza delivery)
** Saat kondisi sulit tidak lupa untuk berbagi, kembalian dari order pizza diberikan ke temannya yang pengantar pizza itu meski dia juga kondisi berhemat.
** Ini nih yang keren.... kelompok (genk) skuter bisa buat kelompok (genk) Harley Davidson melongo saat mereka pawai dijalan.... means kelompok besar dan ternama bisa dikalahkan oleh kekompakan dari kelompok lain yang kecil...
hihihi... ternyata ada juga penikmat skuter di amrik sana seperti diriku dengan teman setia spin meski jarang diservis wkwkwkwk......
Nonton yang lain yukkkk....
Serunya Masa Lalu.....
Serunya Masa Lalu.....
Kadang2 terbersit saat bersama the krucils, banyak sekali (katakanlah hampir semua) perbedaan zaman saya kecil dan era anak2 sekarang. Mungkin gak fair ya kalo saya harus menyamakan atau memperlakukan anak2 sama dengan perlakuan orang tua saya dulu. Tetapi tetap aja ada nilai2 yang harus dilestarikan. Seperti hormat pada orang tua (cium tangan, bersuara lemah lembut, melaksanakan tugas2 yang diberikan), sayang pada yang lebih muda (adik), membantu pekerjaan rumah, dsb.
Kembali ke (nostalgia) masa lalu, kebayang saat SD mainan rutin tiap jam istirahat adalah bola bekel, lompat tali, benteng2an..... hihihi.. mainan sederhana tapi menyenangkan dan buat ketagihan tiap hari. Kalo yang laki2 suka main layangan, atau tembakan dari kayu pake karet pentil. Pelurunya dari kuntum bunga... (orang jatim bilang daun klorak). Kalo kena lumayan meringis juga.
Kalo sekarang kok saya jarang liat anak2 (komplek perumahan) main layangan ya?? Main kelereng juga ga ada ya?? Padahal seru lho..... seseru kalo kita berhasil menyelesaikan sampai tamat urutan permainan bola bekel dari awal sampai akhir tanpa terpotong atau 1 team berhasil menyelesaikan urutan permainan lompat tali tanpa kesalahan.
Saya berharap (tapi kayaknya ga terwujud deh..) sekolah2 Play Group atau TK mengajak sejenak atau sehari aja deh, guru2 nemenin mereka main layang2, bola bekel, lompat tali, dakonan, dsb. Mainan murah meriah, sederhana bisa dimana saja dan tentu membantu motorik kasar mereka lebih aktif serta kerjasama tim. Sesekali boleh dong absen ke kidzania, ancol atau mal-mal yang lumayan nguras dompet ortunya heheh.....
Hujan2an sambil ngeduk tanah, belepotan semua, ambooiii asyik deh...
Itu hanya salah satu serunya masa lalu di benak saya...
Yuuukk beli karet gelang buat lompat tali daripada si ndut nonton tv melulu, ato... tolong dong ayah jagoan kita diajarin layangan nih biar ga main nintendo terus nih....
Ayo bunda & ayah.....
Kadang2 terbersit saat bersama the krucils, banyak sekali (katakanlah hampir semua) perbedaan zaman saya kecil dan era anak2 sekarang. Mungkin gak fair ya kalo saya harus menyamakan atau memperlakukan anak2 sama dengan perlakuan orang tua saya dulu. Tetapi tetap aja ada nilai2 yang harus dilestarikan. Seperti hormat pada orang tua (cium tangan, bersuara lemah lembut, melaksanakan tugas2 yang diberikan), sayang pada yang lebih muda (adik), membantu pekerjaan rumah, dsb.
Kembali ke (nostalgia) masa lalu, kebayang saat SD mainan rutin tiap jam istirahat adalah bola bekel, lompat tali, benteng2an..... hihihi.. mainan sederhana tapi menyenangkan dan buat ketagihan tiap hari. Kalo yang laki2 suka main layangan, atau tembakan dari kayu pake karet pentil. Pelurunya dari kuntum bunga... (orang jatim bilang daun klorak). Kalo kena lumayan meringis juga.
Kalo sekarang kok saya jarang liat anak2 (komplek perumahan) main layangan ya?? Main kelereng juga ga ada ya?? Padahal seru lho..... seseru kalo kita berhasil menyelesaikan sampai tamat urutan permainan bola bekel dari awal sampai akhir tanpa terpotong atau 1 team berhasil menyelesaikan urutan permainan lompat tali tanpa kesalahan.
Saya berharap (tapi kayaknya ga terwujud deh..) sekolah2 Play Group atau TK mengajak sejenak atau sehari aja deh, guru2 nemenin mereka main layang2, bola bekel, lompat tali, dakonan, dsb. Mainan murah meriah, sederhana bisa dimana saja dan tentu membantu motorik kasar mereka lebih aktif serta kerjasama tim. Sesekali boleh dong absen ke kidzania, ancol atau mal-mal yang lumayan nguras dompet ortunya heheh.....
Hujan2an sambil ngeduk tanah, belepotan semua, ambooiii asyik deh...
Itu hanya salah satu serunya masa lalu di benak saya...
Yuuukk beli karet gelang buat lompat tali daripada si ndut nonton tv melulu, ato... tolong dong ayah jagoan kita diajarin layangan nih biar ga main nintendo terus nih....
Ayo bunda & ayah.....
(@lia, 26 Sept 2011)
Kamis, 03 Maret 2011
Legaa.. dikit...
Maaf terpaksa ngulas kompas lagi nih... Kemaren...di pojok kanan bawah ada foto seorang bapak (Pak oding) tidur di selasar RSCM karena ga dapat alokasi ruang rawat inap. Beliau penderita tumor dan gagal ginjal. Badan susah bergerak. Terbayang tubuh lemah lunglai nahan sakit, tidur di selasar (lorong) yang beralas karpet tipis dan debu. Sudah lebih dari sebulan menanti keputusan operasi yang tidak kunjung tahu kapan. Ditemani kerabatnya dengan makan berharap dari belas kasih orang lain. Satu lagi penderita tumor wanita dari daerah nun jauh diluar jawa (seingat saya..) Berangkat dari daerah dengan berlari-lari naik bis dengan kaki tertatih-tatih sebulan yang lalu. Sekarangpun tergolek tidur di selasar RSCM, bertetangga dengan Pak Oding, berbagi karpet tipis dan makanan. Sampai sekarang ibu tersebut sudah tidak bisa berjalan lagi menunggu tanpa kejelasan kapan kakinya bisa diamputasi.
RSCM berdalih klasik, "Kita tidak bisa mendata semua pasien..tidak bisa menampung semua pasien yang ada karena keterbatasan ruang...." Entah benar entah tidak.... tragis.. memilukan.... sosok manusia dengan segala deritanya, berangkat dengan angan-angan cepat sembuh dengan segala keterbatasan fisik dan finasial... masih harus diuji lagi kesabarannya untuk menunggu di tempat yang tidak layak dan waktu yang tidak terbatas....
Hari ini Alhamdulillah.....diulas di Kompas lagi, berkat (berita) Kompas, kedua pasien tsb bisa mendapat tempat di ruang rawat inap sesuai harapannya semula berangkat dari kampung. Disertai sedikit cerita2 dari pihak RSCM tentang banyaknya pasien rujukan dari daerah yang ditangani....
Legaaa...sedikit... ternyata pasien rujukan tsb harus menunjukkan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari kelurahan... dan syaratnya tentu saja harus punya KTP daerah tsb. Bagaimana dengan orang2 yang tidak mempunyai KTP daerah tsb? Kenapa ya mereka tidak berhak mendapat fasilitas kesehatan gratis yang setara?
Ternyata masih ada ganjalan juga... mudah2an ada solusi lain sehingga secepatnya semua masyarakat yang tidak mampu bisa menikmati kesehatan gratis dimanapun tanpa perlu menunjukkan tiket SKTM
RSCM berdalih klasik, "Kita tidak bisa mendata semua pasien..tidak bisa menampung semua pasien yang ada karena keterbatasan ruang...." Entah benar entah tidak.... tragis.. memilukan.... sosok manusia dengan segala deritanya, berangkat dengan angan-angan cepat sembuh dengan segala keterbatasan fisik dan finasial... masih harus diuji lagi kesabarannya untuk menunggu di tempat yang tidak layak dan waktu yang tidak terbatas....
Hari ini Alhamdulillah.....diulas di Kompas lagi, berkat (berita) Kompas, kedua pasien tsb bisa mendapat tempat di ruang rawat inap sesuai harapannya semula berangkat dari kampung. Disertai sedikit cerita2 dari pihak RSCM tentang banyaknya pasien rujukan dari daerah yang ditangani....
Legaaa...sedikit... ternyata pasien rujukan tsb harus menunjukkan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari kelurahan... dan syaratnya tentu saja harus punya KTP daerah tsb. Bagaimana dengan orang2 yang tidak mempunyai KTP daerah tsb? Kenapa ya mereka tidak berhak mendapat fasilitas kesehatan gratis yang setara?
Ternyata masih ada ganjalan juga... mudah2an ada solusi lain sehingga secepatnya semua masyarakat yang tidak mampu bisa menikmati kesehatan gratis dimanapun tanpa perlu menunjukkan tiket SKTM
Langganan:
Komentar (Atom)